PANGGILAN PENUH CINTA KASIH


“Suami suka memanggil saya dengan panggilan Nil, Nil,” kata salah seorang pada temannya.

“Artinya apa tuh, Mbak?” tanya saya polos.

“Singkatan dari Kuda Nil, hehehe….” katanya sambil tertawa-tawa.

Sobat muslimah, nama panggilan bagi seseorang bukanlah perkara sepele. Apalagi di antara pasangan suami istri, nama panggilan adalah ungkapan hati. Tak jarang, nama panggilan ini jauh lebih terkenal daripada nama asli seseorang. Apa jadinya nilai diri kita dan pasangan apabila ada orang yang tahu atau bahkan ikut memanggil kita dengan nama binatang? Belum lagi apabila ada anak yang masih balita, tentu dia akan keheranan ibunya dipanggil dan disamakan dengan kuda Nil yang buruk rupa itu.

Mungkin bukan sesuatu yang serius, begitu sebagian orang berpikir tentang nama panggilan bagi suami atau istri. Bahkan beberapa orang menjadikan nama panggilan ini sebagai bahan olok-olok saja. Tapi pernahkah kita berpikir, bagaimana perasaan pasangan ketika kita dengan cueknya memanggilnya dengan seenak sendiri? Bagaimana pula bila nama panggilan binatang itu ditimpakan pada yang memanggil sendiri?

Perempuan setelah menikah, memang berpotensi untuk mekar kondisi tubuhnya. Tapi itu bukan alasan bagi seorang suami untuk ‘melecehkan’ istrinya dengan panggilan nama hewan atau nama apapun yang tidak pantas disematkan untuk ibunya anak-anak. Dari pihak perempuan sendiri, seharusnya dia bisa mengajukan keberatan apabila suami sudah kelewatan.

Dalam sebuah pernikahan, perempuan bukan pihak yang kalah atau dikalahkan. Masing-masing pasangan antara suami dan istri adalah partner dalam kebaikan. Begitu juga dalam hal memanggil nama pasangan, alangkah jauh lebih indah apabila julukan yang dipilih adalah sesuatu yang indah pula.

….pasangan suami dan istri adalah partner dalam kebaikan. Dalam memanggil nama pasangan, lebih indah apabila julukan yang dipilih adalah sesuatu yang indah pula….

Rasulullah memanggil Aisyah dengan panggilan ‘Humairah’ yang artinya kurang lebih ‘yang berpipi kemerah-merahan’. Itu karena Aisyah mudah sekali merasa malu dan bila malu maka pipinya akan langsung bersemu merah merona. Cantik sekali.

Salah seorang teman dipanggil oleh suaminya dengan panggilan ‘Inez’ padahal namanya sama sekali bukan itu. Usut punya usut ternyata suaminya mencomot kosakata entah darimana yang arti dari Inez itu adalah baik hati. Suaminya memuji istrinya dengan nama panggilan itu karena meskipun dia laki-laki miskin dan kekurangan, pengabdian istri padanya tidak pernah kurang. Makanya dia menganugerahi si istri dengan panggilan khusus tersebut. Hmm…so sweet ya.

Lalu ada juga seorang teman yang dipanggil oleh suaminya ‘Beauty’ atau si cantik. Lucunya teman ini kadang suka ketawa-ketiwi sendiri bila suami memanggilnya begitu karena dia sendiri merasa jauh dari cantik yang kategori sinetron. Tapi apa pun itu semua, ada satu hal yang bisa diambil hikmahnya di sini yaitu dalam hal memberi nama julukan pada pasangan, alangkah jauh lebih enak didengar telinga dan dirasakan oleh hati apabila nama indah pula yang diberikan. Karena dalam nama, sesungguhnya ada makna di sana. Dan semoga makna sayang dan cinta yang tergambar di sana, ketika seorang suami memanggil istrinya. Wallahu a’lam. [ria fariana/voa-islam.com]

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s