BUAH DURIAN


PERBANYAKAN BENIH DURIAN

Perbanyakan benih durian dapat dilakukan melalui tiga macam cara yakni perbanyakan secara generatif, vegetatif dan gabungan (cara generatif dan vegetatif). Perbanyakan benih tanaman durian secara generatif dilakukan dengan biji. Untuk mendapatkan benih bermutu varietas unggul, perbanyakan secara generatif tidak disarankan karena banyak sifat negatif yang muncul yang merupakan penyimpan dari sifat induknya. Perbanyakan secara ini hanya dilakukan untuk mendapatkan batang bawah.

Perbanyakan benih durian secara vegetatif bisa dilakukan dengan cara mencangkok tanaman induk. Perbanyakan dengan cara ini, disamping ditujukan untuk memperoleh duplikat pohon induk tunggal (PIT) dari segi waktu menguntungkan karena dalam jangka waktu 6 bulan sudah diperoleh benih siap tanam dan setelah tanaman berumur 2-3 tahun sudah dapat menghasilkan buah. Namun jika dilihat dari segi tenaga dan hasil perbanyakannya, perbanyakan dengan cara mencangkok mempunyai beberapa kelemahan antara lain: perakaran kurang kuat (tidak memiliki akar tungganga), hana dapat dilakukan untuk mendapatkan benih dalam jumlah terbatas serta dapat merusak pohon induk.

Oleh karenanya sangat disarankan perbanyakan benih durian dengan cara benih gabungan (vegetatif + generatif). Gabungan perbanyakan benih yang terdiri dari komponen batang bawah (understamp) dan batang atas (entres). Dengan perbanyakan gabungan ini maka dapat dipersatukan sifat-sifat unggul tanaman  yaitu sifat dari batang bawah dan sifat unggul dari batang atas. Perbanyakan benih gabungan yang bersifat umum dilakukan pada tanaman durian adalah teknik Sambung pucuk (grafting) dan Okulasi.

  1. Sambung Pucuk (grafting)

Sambung pucuk adalah penyatuan pucuk (batang atas) dengan batang bawah sehingga berbentuk tanaman baru. Peralatan yang diperlukan dalam perbanyakan benih tanaman durian dengan teknik sambung pucuk antara lain:

–  Alat Pemotong

–  Plastik untuk kerudung pucuk sambungan

–  Tali rafia atau tali plastik

Tahapan yang harus dilakukan dalam perbanyakan benih durian teknik sambung pucuk:

  • Batang bawah yang sudah siap disambung dengan kira-kira 20cm dari leher akar atau sekitar 2-3 cm diatas batang yang berwarna hijau atau coklat. Permukaan batang yang telah dipotong selanjutnya dibelah menjadi dua, setiap bagian sama besar. Panjang belahan sekitar 2-5 cm.
  • Batang atas yang akan disambung berupa pucuk cabang yang masih lengkap dengan kuncupnya. Besar cabang yang digunakan harus sama dengan batang bawah dan dipotong sepanjang 2-3 ruas. Selanjutnya daun-daun dibatang atas ini dibuang dan disisakan tiga helai yang terletak paling ujung, sisa daun paling ujung ini dipotong dan disisakan seperempatnya. Pangkal batang kemudian diiris miring di kedua sisinya  sampai mengenai bagian kayunya.
  • Batang atas yang sudah dipotong miring disisipkan ke dalam belahan diujung batang bawah. Kemudian sambungan diikat dengan tali rafia atau tali plastik dan disungkup dengan plastik.
  • Keberhasilan sambungan pucuk yang dikerjakan dapat dilihat setelah berjalan dua minggu dari waktu penyambungan. Jika berhasil, pucuk akan berwarna hijau dengan ujung kemerah-merahan dan memperlihatkan tanda perkembangan tunas. Sedangkan jika tidak berhasil maka pucuk dan mata tunai akan kering.
  • Sungkup plastik dapat dibuka sekitar 21 hari dari waktu penyambungan.
  • Pada umur 8-10 bulan sejak penyambungan, benih tanaman durian sudah bisa dipindahkan ke areal penanaman/siap disalurkan.

2. Okulasi

Okulasi adalah penempelan mata tunas dari pohon induk durian terpilih ke batang bawah yang sudah disiapkan. Peralatan dan batang bawah yang digunakan dalam perbanyakan tanng pucuk.

Tahapan yang arus dilaksanakan dalam perbanyakan benih durian teknik okulasi:

  • Pilih batang bawah yang sudah berumur kurang lebih 15 bulan dan dalam keadaansehat. Kurang lebih 20 cm dari pangkal batang dibuat irisan yang berbentuk huruf “T” atau sayat sepanjang lebih kurang 2 cm.
  • Mata tunas yang dipilih disayat dengan bentuk bulat atau persegi dengan panjang ±1,5 cm mengelilingi mata tunas. Dalam pengambilan mata tunas ini harus diikutsertakan kambiumnya, jika kambiumnya tidak ikut sudah pasti okulasi gagal.
  • Mata tunas yang sudah diperoleh disisipkan dibawah kulit batang pokok yang telah diiris. Dalam penyisipan atau penempelan mata tunas, dijaga supaya tidak terkena kotoran yang menempel di kambium, karena dapat mengganggu penyatuan antara mata tunas dan batang bawah.
  • Setelah selesai penempelan, batang diikat dengan menggunakan tali plastik. Pengikat ini dilakukan di seluruh batang yang telah disayat kecuali tepat dimata tunas.
  • Keberhasilan okulasi yang dikerjakan dapat dilihat setelah berjalan dua minggu dari waktu penempelan. Jika berhasil, mata tunas pada okulasi akan berwarna hijau dengan ujung kemerahan dan memperlihatkan tanda-tanda perkembangan tunas. Sebaliknya jika tidak berhasil, mata tunas akan kering.
  • Ikatan okulasi dapat dibuka sekitar 20 hari dari waktu penempelan.
  • Setelah mata tunas tumbuh, batang bagian atas dari batang bawah (tanaman pokok) dipotong secara bertahap ( ±1 minggu) dan dirundukkan ±1 cm diatas mata tunas. Bekas potongan diolesi dengan fungisida untuk mencegah penyakit jamur.
  • Pada umur 8-10 bulan sejak penempelan tanaman durian sudah bisa dipindahkan ke areal penanaman/siap disalurkan.

PEMELIHARAAN BENIH

  • Untuk mendapatkan benih bermutu tinggi, pemeliharaan benih hasil penyambungan harus dilakukan secara optimal. Pemeliharaan yang perlu dilakukan antara lain:
  • Penyiraman, dilakukan setiap hari terutama jika tidak turun hujan dengan menggunakan gembor.
  • Pemupukan, dilakukan setelah sambungan atau tunas mengeluarkan daun baru, setiap dua minggu sekali dengan NPK (15-15-15) dosis 250-500 mg/liter bergantian dengan pupuk daun dengan dosis sesuai anjuran untuk memacu pertumbuhan benih secara optimal.
  • Penyiangan dilakukan terhadap gulma yang tumbuh.
  • Pengendalian hama penyakit.

SERTIFIKAASI BENIH DURIAN

Agar petani pengguna benih percaya akan mutu benih yang dipasarkan maka perlu adanya legalisasi tentang mutu benih dengan cara memberikan label setiap benih yang akan disalurkan.

Tahapan-tahapan dalam pelaksanaan pelabelan benih.

  • Dilakukan pemerikasaan lapangan yang bertujuan untuk mengetahui kebenaran pohon induk yang diambil sebagai sumber benihnya dan teknis pelaksanaan perbanyakan benih.
  • Pemeriksaan label dilakukan setelah calon benih telah lulus pemeriksaan lapangan.
  • Pemeriksaan lapangan dilakukan oleh petugas lapangan BPSBTPH demikian juga dalam pelaksanaan pelabelan

Waktu pemeriksaan lapangan sebagai berikut:

  • Pemeriksaan I, pemeriksaan pohon induk, dilakukan sebelum pengambilan mata entres/tunas pucuk.
  • Pemeriksaan II, dilakukan saat pengambilan mata entres, tunas pucuk dsb. Sebagai bahan sambung untuk perbanyakan benih.
  • Pemeriksaan III, pada saat benih sudah disambungkan dan siap salur.

INDEK PETIK DURIAN

Panen buah durian di Indonesia umumya dilakukan secara jatuhan, yaitu buah dipungut tatkala sudah jatuh, yang berarti ia telah matang. Cara panen ini juga telah menjadi satu persyaratan bagi penggemar durian, karena pada saat inilah rasa buah durian berada pada puncaknya. Tetapi cara ini banyak merugikan jika diaplikasikan pada pemasaran durian jarak jauh atau sistim pemasaran reguler yang memerlukan waktu relatif lama diperjalanan atau dietalase pasar.

Agribisnis durian masa mendatang menghendaki pengelolaan lepas panen yang lebih terkontrol dan terhitung. Demikian juga untuk mengisi pasar ekspor yang memerlukan waktu distribusi yang lebih lama, menghendaki buah durian yang lebih tahan lama.

untuk keperluan tersebut, petik buah dipohon merupakan suatu keharusan bagi pengelolaan durian untuk emndapatkan buah yang lebih tahan lama dan memudahkan pengelolaan lepas panen. Oleh karena itu perlu diketahui induk ketuaan dari durian dijadikan pedoman dalam menduga saat petik buah yang tepat hingga diperoleh kualitas buah yang prima.

Ciri-ciri Fisik Ketuaan Durian

Beberapa pedoman yang dapat digunakan untuk menduga tingkat ketuaan buah durian antara lain adalah sebagai berikut:

1. Umur buah dari saat mekarnya bunga

Buah durian pada umumnya masak pada umur 3-5 bulan setelah bunga mekar bergantung pada verietas. Kelemahan cara ini adalah adanya kesulitan pemberian label, terutama pada tanaman yang memiliki bunga banyak dalam satu dompol yang tidak mekar bersamaan.

2. Pembengkakan jaringan absisis tangkai buah.

Jaringan absisi tangkai buah yang sudah tua membengkak dan menimbulkan batas yang jelas berupa lalur melingkar diantara kedua absisi. Pada saat masak, tangkai ini terlepas dan jatuh.

3. Jarak antara duri melebar dan munculnya alur pangsa

Durian yang sudah tua ditandai dengan melebarnya antar duri dan berubahnya warna lebih terang. Pada tengah pangsa muncul alur membujur yang lebih jelas.

4. Mengeringnya tankai putik bunga

Tangkai putik bunga pad aujung buah yang sudah tua mengering dari ujung sampai pangkal atau sudah terlepas dengan sendirinya.

5. Perubahan warna dan elastisitas ujung duri

Ujung duri buah yang sudah tua berubah warna menjadi coklat dan lebih elastis, sehingga kurang tajam dibandingkan dengan buah durian yang muda.

6. Perubahan warna kulit secara umum

Tampilan warna kulit buah yang siap dipetik berubah menjadi kelabu pada bagian yang cukup luas (1/3-1/2 bagian permukaan buah).

7. Perubahan warna daging dan biji

Buah yang tua warna daginya berubah dari putih menjadi kekuningan atau sesuai warna buah masak. Demikian juga warna biji berubah menjadi kecoklatan dan lebih keras. Cara ini dilakukan dengan mengambil 1-2 contoh untuk tiap pohon yang akan dipanen.

8. Ciri-ciri lain

  • Ritme jatuhan buah; bila buah jatuh sudah mencapai 20%, maka seluruh buah yang tinggal dipohon bisa dipetik
  • Bersuara nyaring bila dikorek-korek atau dipukul-pukul dengan gagang pisau
  • permukaan irisan tangkai buah tidak lengket dan rasanya lebih manis
  • Mengeluarkan bau khas durian; merupakan ciri yang khas bagi durian adalah munculnya bau ketika masak.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s