Arti Sebuah Kepercayaan


Suatu kata yang begitu mudah diucapkan oleh orang-orang KEPERCAYAAN, tapi sulit untuk dilakukan oleh banyak orang. Ada sebagian orang yang begitu mudah memberikan kepercayaan kepada orang lain, tetapi juga kadang kala orang tersebut tak pernah memberikan kepercayaan yang sama untuk kedua kalinya bila kepercayaan yang pernah diberikan tidak dijaga dengan baik (mungkin saya juga termasuk orang yang demikian, cieeeeee). Hal ini sering terjadi pada orang yang bergelut didunia bisnis. Saling mempercayai sesama rekan bisnis menjadi awal yang baik dalam menjalin suatu hubungan bisnis. Begitupun untuk menjalankan suatu usaha, kepercayaan yang diberikan produsen kepada konsumen menjadi suatu modal yang baik.

Sebagai contoh, ada seseorang menduplikasi (fotocopy) sebuah dokumen ditempat yang tidak biasanya saya datangi. Ketika dokumen telah selesai di fotocopy, tanpa memeriksa kembali dokumen tersebut dia langsung mengambil hasil foto copy tersebut dan langsung memberikannya kepada atasan dia. Bebera menit kemudian atasan dia langsung memanggil dia dan mengatakan bahwa jumlah dokumen yang difotocopy jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah uang yang dibayarkan, dalam arti ada beberapa dokumen yang tidak difotocopy padahal dalam nota pembayaran sudah dihitung seluruhnya. Mungin kalau hanya satu lembar hasil fotocopy yang tidak ada atasan dia tidak akan mempermasalahkannya, akan tetapi jumlah keseluruhan yang tidak difotocopy ada 25 lembar. Ketika dia melakukan pengecekan kembali ketempat fotocopy, ternyata memang sang operator tidak memfotocopy dokumen tersebut padahal dalam nota pembayaran sudah terhitung. Sang operatorpun yang juga sekaligus pemilik tempat usaha tersebut meminta maaf atas kejadian tersebut. Akhirnya dokumen tersebut difotocopy lagi oleh operator sebanyak 50 lembar, karena memang atasan dia meminta untuk menambahkan lagi 25 lembar. Waktu dia akan melakukan pembayaran untuk 25 lembar hasil fotocopy, sang pemilik tempat usaha tidak mau mengambil uang pemberian dia “i don’t no why”. Selaku konsumen saya merasa bahwa saya berhak membayar jasa yang sudah diberikan oleh produsen, akan tetapi walaupun terus dia paksakan uang pemberian dia tidak juga diambil.

Cerita singkat diatas mungkin juga pernah dialami oleh anda. Tapi apakah anda mengambil hikmah untuk kejadian tersebut? Mungkin anda berpikir bahwa itu adalah hal yang biasa saja yang sering terjadi karena faktor human error. Tapi menurut saya bukan masalah kesalahan yang dipermasalahkan akan tetapi faktor uang yang tidak diambil oleh sang pemilik tempat usaha. Memang bukan nilai dari uang tersebut yang harus kita perhatikan, akan tetapi nilai KEPERCAYAAN yang coba diberikan oleh pemilik tempat usaha kepada konsumen. Dengan perlakuan yang demikian, saya merasa pemilik tempat usaha tersebut mencoba untuk mendapatkan kembali suatu kepercayaan yang sudah sempat hilang. Kejadian seperti ini, kadang sudah tidak kita perhatikan lagi dalam kehidupan kita. Padahal suatu Kepercayaan yang kita dpatkan dari orang lain mempunyai nilai yang lebih besar daripada uang……..

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s