Obat Diabetes


Daun yang Menolak Maut

Dingin udara Lembang, Bandung, menggigilkan Usmani. Baru saja ia membasuh muka usai bangun tidur, dadanya pengap dan sesak. Beberapa detik kemudian, pria 56 tahun itu ambruk. Ia pingsan. Keluarganya bergegas membawanya ke rumahsakit. Di sana rahasia jatuhnya terkuak: ia terkena stroke akibat komplikasi diabetes mellitus menahun.

Penyakit gula itu menyergap karena gaya hidup Usmani. Secangkir kopi manis dan kental tak pernah hilang dari menu sarapannya. Di ladang tempat ia menggantungkan hidup, ‘Setiap hari minimal 2-3 gelas teh manis saya tenggak,’ kata Usmani. Seteguk teh manis memang nikmat saat bekerja di bawah terik matahari. Begitulah kebiasaan Usmani bertahun-tahun yang mengundang diabetes mellitus. Tanda-tanda datangnya penyakit itu antara lain tingginya frekuensi ke peturasan untuk berurine.

Gejala lain, ayah 4 anak itu mudah lelah dan letih. ‘Jadi sering mengantuk karena tubuh tak berenergi,’ kata pria kelahiran 1 Juni 1950 itu. Nyeri menjalar ke seluruh tubuh. Badan kram sehingga daya tahan turun drastis. Celakanya, perubahan itu dianggap lumrah. Namun, ketika gangguan itu tak kunjung berakhir ia memeriksakan diri ke dokter. Hasilnya, kencing manis. Kadar gula darahnya mencapai 300 mg/dl; kadar normal, 120-140 mg/dl.

Pembuluh darahDokter membekali 10 botol insulin dan diamicron-keduanya lazim untuk mengatasi diabetes mellitus. Tiga hari kemudian, Usmani kembali memeriksa perkembangan kesehatan. Jangankan turun, kadar gula darahnya malah membumbung, 400 mg/dl. Bahkan, badannya panas dan berkeringat. Ia hanya terbaring di tempat tidur. Ke sawah khawatir terkena pecahan beling sehingga menimbulkan luka. Agar segera sembuh, Usmani mengkonsumsi berbagai ramuan herbal. Maklum, ia enggan mengkonsumsi obat-obatan kimia.

Usmani juga menjalani terapi pijat dan urut untuk menghilangkan keletihannya. Sayang, kesembuhan belum tergapai. Rasa haus, sering berurine, banyak makan tetapi bobot tubuh anjlok, kesemutan, kulit kering, dan badan lemah tetap merongrongnya. Tiga tahun sudah ia mengidap diabetes mellitus sekaligus komplikasi stroke. Seluruh anggota tubuh lumpuh. Mulutnya pelo sehingga sulit berbicara.

YakonDi tepi jurang putus asa itu temannya menganjurkan untuk mengkonsumsi daun dan umbi yakon (baca: yakong). Usmani tak percaya begitu saja. Harap mafhum, ia belum mengenal tanaman asal Pegunungan Andes, Peru, itu. Tanaman introduksi itu memang baru dikebunkan di Indonesia kira-kira 2-3 tahun lampau sehingga namanya masih asing. Bandung dan Yogyakarta sentra pengembangan yakon. Umbi yakon berwarna cokelat berbentuk mirip singkong. Daging umbi putih kekuningan dan manis. ‘Saya takut makan yang manis-manis,’ kata Usmani yang khawatir gula darahnya melonjak.

Dengan harap-harap cemas, ia menuruti saran teman. Lima daun arboloco-sebutan yakon di Kolombia-dijemur terbalik. Setelah kering, istrinya Euis Fitriani, menggerus hingga menghasilkan 15 gram. Serbuk daun tanaman kerabat bunga matahari itu dilarutkan dalam 600 ml air mendidih. Air berwarna hijau pekat itu diminum 3 kali sehari: pagi, siang, dan malam. Selain rutin mengkonsumsi daun yakon, Usmani menjaga tubuh dengan tidak mengkonsumsi minuman manis seperti teh dan kopi.

Perubahan drastis terasa dua pekan kemudian. Nyeri yang biasa muncul perlahan hilang. Tidur lebih nyenyak lantaran tak lagi terbangun pada malam hari untuk berurine. Stamina meningkat pesat.

Perubahan itu membikin penasaran. Oleh karena itu ia mengecek kadar gula darah. Hasilnya amat menggembirakan 175 mg/dl atau turun 125 poin. Menurut dr Henry Naland, ‘Diabetes disebabkan tubuh kekurangan insulin sehingga kadar gula dalam tubuh tinggi.’ Insulin mengubah glukosa menjadi energi dan penyimpan glukosa untuk cadangan energi kinerja organ tubuh seperti otak, hati, jantung, dan ginjal.

Karbohidrat diubah menjadi glukosa dan diteruskan ke sel-sel atas jasa baik insulin. Jadi, insulin berperan sebagai kunci pembuka jalan masuk glukosa ke dalam sel-sel tubuh. Pada pengidap diabetes, insulin diproduksi sedikit atau sel tidak dapat memberikan respon terhadap insulin walau cukup jumlahnya. Akibatnya, gula menumpuk dalam darah tak termanfaatkan. Pada akhirnya dibuang melalui air seni yang berlebihan dari keadaan normal. Gangguan metabolisme karbohidrat ini menyebabkan tubuh kekurangan energi. Itu sebabnya penderita diabetes terlihat lemah dan lemas.

Riset sahihBagaimana duduk perkara Smallanthus sonchifolia dapat menyembuhkan diabetes? Menurut Dr Sri Widowati, peneliti di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor, yakon kaya insulin yang unit-unitnya terdiri dari gula-gula fruktosa yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan tetapi difermentasi oleh usus besar. Oleh karena itu konsumsi yakon tak mungkin meningkatkan kadar gula dalam darah.

Efek hipoglikemik-penurun gula darah-yakon juga diuji oleh Manuel J. Aybar dari Departamento de Biologi´a del Desarrollo, Universidad Nacional de Tucuma, Argentina. Sebanyak 20 gram daun yakon kering dilarutkan pada 200 ml air yang dididihkan selama 20 menit. Setelah dingin, ramuan disaring. Dua kelompok tikus masing-masing sebanyak 8 ekor diberi 35 mg streptotozotocin (STZ). Setelah 24 jam nilai gula darah tikus itu meningkat menjadi 350 mg/dl atau 3,5 kali lebih tinggi dibanding kadar gula tikus normal.

Makanya kadar gula darah Usmani cepat normal. Seiring dengan itu stroke yang membonceng juga berakhir. Usmani yang dulu melewatkan hari demi hari di pembaringan, kini bisa berjalan kaki sendirian. Pandangannya tak melulu langit-langit rumahnya, tapi juga panorama biru langit yang mempesona. Itu antara lain berkat ketekunannya mengkonsumsi seduhan serbuk daun yakon. (Vina Fitriani/Peliput: Imam Wiguna)

4 Comments

  1. mw tanya neh, kalo kadar gula darah normal tikus berapa gt?? apakah bervariasi pada setiap individu??

    • menurut penelitian orang laen (sorry saya kurang mengertos sih, jadi menurut orang lain aja deh) kadar gula darah tikus normal sekitar 5,57 mmol/L, bervariasi atau ngaknya saya lebih gak tau lagi

  2. dimana bisa mendapatkan umbi dan teh yacon, posisi saya di bandung. thanks

    • Kayaknya di daerah bandung juga ada, tapi saya kurang tau tempatnya, namanya Yacon Tea


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s