Lidah Buaya Untuk Penyakit Gula


Edward Silooy mulai menua ketika letih, mengantuk, keringat mengucur, dan pandangan kabur menghampirinya. Puncaknya, pegawai negeri sipil di Departemen Perhubungan itu ambruk saat mengajar dalam sebuah pelatihan. Hasil diagnosis dokter, kadar gula darah melebihi ambang batas, 345 mg/dl.

Ketika itu Edward langsung dilarikan ke rumahsakit. Pria 56 tahun itu juga diharuskan menjalani 21 hari rawat inap. Selama perawatan ia mengkonsumsi 1 tablet diamicron 3 kali sehari untuk menurunkan kadar gulanya. Namun, apa mau dikata perawatan intensif itu hanya menurunkan kadar gula darah sebanyak 80 poin, menjadi 260 mg/dl. Itu berarti insulin yang disuntikkan tidak efektif. Tubuh Edward tetap cepat lelah dan sering muntah.

Lantaran obat kimia tak mampu menyembuhkan, Edward berpaling mengkonsumsi ekstrak lidah buaya atas saran sang istri. Ia mengetahui informasi lidah buaya dari kerabat yang juga mengkonsumsi daun berduri itu untuk menjaga kebugaran. Toh, semula ia ragu aloe vera mampu membantu menggerus penyakitnya. Namun, istrinya meyakinkan, paling tidak mengkonsumsi lidah buaya dapat mendetoksifikasi tubuh dari obat-obatan kimia yang selama ini diminumnya.

Terbukti klinisMulailah Edward mengkonsumsi 50-100 ml ekstrak waan famai-sebutan lidah buaya di Thailand-2 kali sehari. Hasilnya, tubuh lebih bugar. Bahkan, selama 6 bulan rutin mengkonsumsi diabetes dan hipertensi Edward membaik. Karena penasaran, ia lantas mengecek darah ke laboratorium. Betul saja, kadar gula dalam darah turun drastis hingga tinggal 180 mg/dl. Kesimpulannya diabetes Edward terkendali.

Menurut dr Rawan Broto, diabetes yang diderita Edward disebabkan karena faktor keturunan. Penyakit itu tak mungkin disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan. Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe-1 atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena kelenjar penghasil insulin tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe-2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).

Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung. Fungsinya mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.

Tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas pada penderita DM tipe-1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas. Pada penderita DM tipe-2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel. Akibatnya sel mengalami kekurangan glukosa, padahal di dalam darah glukosa menumpuk. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan berbagai penyakit.

MPSSembuhnya sang amtenar dari diabetes dengan mengkonsumsi Aloe barbadensis telah banyak dibuktikan oleh periset. Sebab, aloe vera sebagai suplemen makanan dapat berfungsi mempertahankan fungsi-fungsi ginjal, otot-otot jantung, pertumbuhan sel, tingkat gula darah, dan sistem kekebalan tubuh. Ada tiga fungsi aloe vera yang mengagumkan dan bermanfaat amat besar bagi manusia: sebagai anti kanker, sistem kekebalan tubuh, dan antioksidan.

Ajabnoor MA dari Department of Clinical Biochemistry, King Abdulaziz University, Jeddah, Arab Saudi, meneliti tikus yang diinjeksi alloxan, zat peningkat kadar gula darah. Tikus-tikus itu kemudian diberi ekstrak lidah buaya 500 mg/kg bobot tubuh, 2 kali sehari.

Setelah diperiksa pada hari ke-5 kadar gula tikus menurun. Efek hipoglikemik itu diduga karena laloi-sebutan lidah buaya di Perancis-menstimulasi sintesis atau pelepasan insulin yang dilakukan oleh sel beta dari kelenjar langerhans.

Secara klinis keampuhan lidah buaya diteliti oleh Fakultas Farmasi Mahidol University, Bangkok, Thailand. Sebanyak 72 pasien berusia 35-60 tahun dengan kadar gula puasa tinggi diberi ekstrak 80% lidah buaya sehari dua kali selama 42 hari. Hasilnya menunjukkan kadar gula darah mereka turun dari rata-rata 250,36 mg/dl menjadi 141,92 mg/dl. Nilai trigliserida juga turun dari 220,31 mg/dl menjadi 122,72 mg/ dl.

Semua itu lantaran, ‘Kandungan mukopolisakarida (MPS) lidah buaya yang berperan mengontrol kadar gula dalam darah,’ kata Dra Erlin Nurtiyani, MSi, peneliti lidah buaya dari Departemen Biologi, Universitas Indonesia. Menurutnya, MPS zabila-sebutan lidah buaya di Spanyol tak sekadar menjaga nilai glukosa dalam darah, tetapi juga mencegah komplikasi akibat diabetes seperti hipertensi, kolesterol, jantung koroner, dan arteriosklerosis. MPS merupakan senyawa kompleks karbohidrat yang dibangun oleh ribuan molekul gula manosa, galaktosa, dan glukosa. MPS berperan sebagai peyokong imunitas tubuh karena mampu menstimulasi sel T dan makrofag yang berfungsi memerangi sel-sel patogen perusak tubuh.

Di luar itu, berdasarkan penelitian Erlin, echte aloe-sebutan lidah buaya di Jerman-mengandung bahan-bahan organik seperti saponin, dan anthraquinon (aloin, barbaloin, anthranol, asam aloetat, aloe emodin, yak ether). Beberapa enzim seperti oksidase, katalase, lipase, aninase, dan amilase juga terkandung pada lidah buaya. Belum lagi vitamin dan mineral seperti B1, B2, B6, B12, C, kalsium, natrium, kalium, mangan, seng, dan tembaga. Kelengkapan gizi itulah yang membuat lidah buaya mampu mengendalikan kadar gula darah Edward. (Vina Fitriani)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s