Dhanny_Tasik Personal Blog

Entries categorized as ‘Ayah & Bunda’

Mengasuh Dengan Hati

April 29, 2009 · Leave a Comment

my-sun

Celaan, ia belajar memaki

Permusuhan, ia belajar berkelahi

Cemoohan, ia belajar rendah diri

Hinaan, ia belajar menyesali diri

Toleransi, ia belajar menahan diri

Dorongan, ia belajar percaya diri

Pujian, ia belajar menghargai

Sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan

Rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan

Dukungan, ia belajar menyenangi dirinya

Kasih saying & persahabatan

Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

Categories: Ayah & Bunda

Mengajarkan Rukun Iman Pada Anak

November 20, 2008 · Leave a Comment

foto039

Agar anak memiliki aqidah yang lurus sejak dini, maka sejak kecil ia harus dididik tentang aqidah yang benar. Salah satunya dengan mengajarkan rukun iman pada anak. Anak tidak cukup diajari untuk menghafalnya, tetapi juga perlu diberi penjelasan dengan bahasa yang ia pahami.

lanjut (more…)

Categories: Ayah & Bunda

Kalau Anak Slalu Dibentak

November 20, 2008 · 1 Comment

image063_cuantik“Bid…ayo mandi! Disuruh mandi saja kok malas amat!” bentak ibu Abid (7) seraya menyeret paksa anaknya yang sedang asyik bermain.

“Fatma…jangan dekati kompor itu! Bahaya, tahu!” Bentak ayah Fatma yang memergoki putrinya (2) sedang mengutak-atik kompor minyak. Ketika bocah kecil itu menangis mendengar bentakan ayahnya, sang ayah malah kembali membentak, “Heh…diam!” Si kecil pun semakin ketakutan.

lanjut (more…)

Categories: Ayah & Bunda

Anak Bagi Ibu

October 10, 2008 · Leave a Comment

Makna dan Eksistensi Anak Bagi seorang Ibu

v Pekikan dan jeritan tangis mereka untuk pertama kalinya, mampu menghilangkan kenyerian dan kelelahan saat ‘mengeluarkan’ mereka dari dalam rahim.

v Terlalu sulit mengingat kejenuhan dan keletihan saat mengandung mereka ketika paras ayu dan lucu terpandang di depan mata. Dalam sekejap kebahagiaan menyilaukan jiwa dan hati kita.

v Kemanakah waktu berlalu dan pergi ketika tersadar bahwa mereka tumbuh dan berkembang begitu cepat tanpa kita sadari. Dan kita hanya bertanya pada diri sendiri , apakah yang telah kita berikan telah cukup untuk mereka? Rasanya belum seberapa dibandingkan dengan apa yang telah mereka berikan untuk kebahagiaan kita karna kehadiran dan kelucuan mereka.

(more…)

Categories: Ayah & Bunda

Cinta Ini Milikmu Mama

September 15, 2008 · 1 Comment

 “Farah, bangun… udah azan subuh. Sarapanmu udah mama siapin di meja …”  Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat. Kini usiaku udah kepala 3 tapi kebiasaan mama tak pernah berubah. “Mama sayang… ga usah repot-repot ma, aku dan adik-adikku udah dewasa.” pintaku pada mama pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya.
 
Ingin kubalas jasa mama selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa mama mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang kubaca .. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak … tapi entahlah…. Niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan apa-apa.
 
Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya “Ma, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan mama. Apa yang bikin mama sedih ?” Kutatap sudut-sudut mata mama, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata mama berkata, “Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, mama tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri” Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing. 
 
Diam-diam aku bermuhasabah… Apa yang telah kupersembahkan untuk mama dalam usiaku sekarang ? Adakah mama bahagia dan bangga pada putera putrinya ? Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab “Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada mama. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat mama. Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.” Lagi-lagi aku hanya bisa berucap “Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada mama. Masih banyak alasan ketika mama menginginkan sesuatu.” 
 
Betapa sabarnya mamaku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan mamaku untuk “cuti” dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak! Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari mama bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh mama ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi… Ah, maafin kami mama … 18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak pernah membuat mama lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?
 
* * * 
 
“Farah… bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah mama siapin di meja.. “ Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan “terimakasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama… ”. Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan… 
 
Cintaku ini milikmu, Mama… Aku masih sangat membutuhkanmu… Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu.. 
 
Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat “aku sayang padamu… “, namun Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah. Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita … ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta. Percayalah… kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia. Wallaahu a’lam.
 

“Ya Allah,cintai mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mama .. dan jika saatnya nanti mama Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Titip mamaku ya Rahman”

Categories: Ayah & Bunda

OBAT BATUK BUAT BAYI

July 22, 2008 · 12 Comments

Mempunyai bayi memang sangat menyenangkan,kita bisa terhibur saat melihatnya tertawa, atau tingkah lucu lainnya.

Tetapi, saat anak itu sakit, maka hilanglah keceriaannya. (more…)

Categories: Ayah & Bunda

SEPERTI APA, SIH, REAKSI EMOSI PADA BAYI

April 18, 2008 · 2 Comments

Jangan salah, bayi pun bisa menunjukkan emosinya. Entah yang baik maupun tidak. Asalkan ditangani dengan baik, reaksi emosi yang jelek tak bakalan menetap hingga besar.
Sering, kan, melihat bayi menangis kala ia lapar. Sebelum diberikan susu, ia tak akan berhenti menangis, bahkan tambah keras. Tapi bila kebutuhannya segera dipenuhi, akan berhenti tangisnya. (more…)

Categories: Ayah & Bunda

Makanan Selingan Balita

April 17, 2008 · Leave a Comment

ANAK pada usia balita juga membutuhkan gizi seimbang yaitu makanan yang mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai umur. Makanan seimbang pada usia ini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada usia dewasa sampai lanjut. (more…)

Categories: Ayah & Bunda

TANDA-TANDA BAYI CAPEK, KEGERAHAN DAN KEDINGINAN

April 17, 2008 · Leave a Comment

Untuk melihat ketiga hal di atas memang tidak mudah, tapi jika kita sudah tahu cirinya, jadi mudah, kok.
Menghadapi seorang bayi, orang tua memang kerap dibuat bingung dan serbasalah. Pasalnya si bayi belum bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan atau apa yang dia inginkan dengan bahasa yang kita pahami. Mereka hanya bisa menangis atau bersikap rewel
Alhasil, kalau si kecil menangis dan popoknya tidak basah, maka kita menduga ia lapar atau sekadar manja. Padahal belum tentu, lo. Bisa saja dia menangis karena kedinginan, kegerahan, atau kecapekan. (more…)

Categories: Ayah & Bunda

Bumbu Tradisional untuk Anak

April 17, 2008 · Leave a Comment

Air Kelapa Muda & Kopi
Dapat digunakan untuk obat muntaber karena air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium, yang banyak keluar ketika anak muntaber. Dosisnya tak ada takarannya, sekehendak anak. Dicampur dengan sedikit kopi (seujung sendok saja) (more…)

Categories: Ayah & Bunda